sabar

Selasa, 18 Oktober 2011

SIAP NIKAH = SIAP TAAT

Anda ukhti muslimah yang ingin mempersiapkan diri kegerbang pernikahan? bekal apa yang telah ukhti siapkan?? jangan asal bekal (bekal ''KEPENGEN'') terus buru-buru ingin menikah.Jika hanya ini yang ukhti punya, eitt! tunggu dulu!?.. Jangan dulu berfikir kesana, karena tentunya anda tidak ingin kecewa dan mengecewakan orang yang menikahi anda. Jangan nantinya pernikahan ukhti seumur jagung, atau manis ditahun pertama dan racun ditahun-tahun berikutnya. Nah, coba selidiki dulu dalam diri ukhti, sudahkah anda memiliki bekal ilmu syar'i?? sangat penting lho!!.. Karena banyak hal yang terjadi diluar dugaan ketika sudah menikah dan ilmu syar'i ini menjadi ''PENGEREM '' dan sekaligus benteng pertahanan yang kuat untuk terus merajut benang-benang hubungan antara suami istri hingga dihari tua. Kemudian sudahkah ukhti siap untuk diperintah?? bila anda termasuk orang yang egois, suka menang sendiri (tidak mau mengalah), juga tidak senang diatur.... waah ini bahaya sekali, bisa-bisa rumah tangga ukhti ''PANAS'' setiap harinya, penuh dengan perselisihan dan percekcokan. Rencananya ingin membina rumah tangga yang Sakinnah Mawaddah Warrohmah hanya jadi bunga mimpi saja. Coba simak dengan seksama hadits berikut ini:

Rasulullah pernah ditanya bagaimanakah istri yang terbaik? Beliau menjawab: ''Yang menyenangkan suaminya jika ia melihat, mentaatinya jika ia memerintah, dan tidak menentangnya pada hal-hal yang suami benci atas dirinya (istrinya) dan hartanya'' (Hadist Shahih riwayat Ahmad, An-Nasa'i dan Al-Hakim)

Jadi bila anda siap untuk menikah berarti siap untuk menyenangkan suami, siap untuk taat (tentu saja ketaatan yang tidak bermaksiat kepada Allah), siap untuk diperintah. Dan, tahukah ukhti bahwa ketaatan anda kepada suami nantinya akan mengantarkan anda kesurga?? sangat menyenangkan bukan, justru karena itulah banyak pengalaman mengatakan sangat tidaklah mudah untuk mentaati suami. Karena hawa nafsu yang ada didalam diri wanita beserta setan selalu berjuang untuk menundukkan ''ketaatan'' kita kepada suami. Sehingga jadilah kita penggerutu, pergi diam-diam tanpa ijin suami, menghabiskan harta suami tanpa ijin darinya, dan akhlak buruk lainnya.

Sekelumit contoh kehidupan nyata bisa menjadi bahan masukan untuk ukhti,... pernah saya menelpon sahabat karib saya, dari ujung sana suaminya menjawab bahwa istrinya sedang keluar rumah dan tidak tahu dia pergi kemana dan pulang pukul berapa,.... Seorang istri pergi tanpa sepengetahuan suami?? tentu tidak dibenarkan dalam islam dan ini banyak terjadi menimpa kaum kita, wanita-wanita muslimah. Tentunya masih banyak contoh nyata lainnya. Jadi, bila ukhti sudah siap untuk taat dan mau diatur oleh suami anda nantinya, maka bersiap-siaplah untuk ''melirik'' kesana. Bersama bekal-bekal diatas, Insya Allah akan sangat berguna sekali dihari-hari anda bersama sang suami. Semoga Allah memberkahi kita semua, wanita-wanita muslimah yang berusaha untuk menjadi wanita sholihah, wanita idaman para suami. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar